Minggu, 11 Oktober 2009

Parompa Sadun


The header picture of this blog is taken from Parompa Sadun.

Parompa Sadun is a traditonal fabric from a tribe called Batak Angkola from North Sumatra.
It is measured about 100x200 cm, with beads ornamentations.
Its function is to hold a baby.
This fabric is given in a ceremony by the parents of newly mother after she gave birth to the first child.
The ceremony called Mangalehen Parompa.


Parompa Sadun adalah kain tenun tradisonal sub suku Batak Angkola.
Kain ini berukuran kurang lebih 100 x 200 cm, dihiasi dengan manik-manik dan rumbai di ujung kain, dan tenunan motif khas. Kadang-kadang disertai inskripsi sesuai pesanan. Di kain ini orang tuaku meminta tetap dimasukkan semboyan lama " Horas tondi madingin, Sayur matua Bulung" yang kurang lebih artinya agar sehat jiwa dan raga.
Parompa dimaksudkan sebagai kain gendong, meskipun tidak dipakai sehari-hari, karena yang dipakai tiap hari untuk menggendong tetap kain batik panjang.
Kain adat ini diberikan oleh orangtua seorang wanita yang baru dianugrahi anak pertama,

Upacara pemberian kain adat ini disebut Mangalehen Parompa. Pada waktu upacara seperti acara adat Batak lainnya hadir pihak-pihak yang disebut Dalihan na Tolu, yaitu pihak dari keluarga suami (kahanggi), keluarga dari pihak istri (Mora) dan keluarga dari pihak saudara wanita suami (Anak Boru).
Permberian kain ini disertai nasihat dan doa agar kelak anak yang baru dilahirkan akan menjadi anak yang berguna.

0 comments:

Poskan Komentar