Alhamdulillah, akhirnya batik Indonesia disetujui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Inilah efek samping menyenangkan dari ribut-ribut klaim negara lain atas batik.
Bangsa Indonesia terbangun, nasionalisme bangkit. Karena tidak rela batik diakui orang lain sebagai karyanya, mulai banyak lagi orang yang memakai batik.
Hari ini sesuai imbauan bapak Presiden untuk memakai batik, di berbagai tempat terlihat masyarakat berbatik, baik di kantor ataupun di jalan raya dari balik jaket pengendara motorpun terlihat menyembul kemeja batiknya.
Presidenpun menetapkan setiap tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.
Batik yang berarti membuat titik ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Di Jawa saja motif batik berbeda2 sesuai daerahnya ada batik pesisiran yang berwarna cerah atau yang klasik warna coklat sogan.
Ada batik Jogja, Solo, Banyumas, Cirebon, Madura, Garut, Betawi, Banten, dll.
Di Sumatrapun ada batik Jambi, batik Palembang, dan batik besurek dari Bengkulu yang coraknya berupa huruf2 hijaiyah yang dikombinasikan dengan motif bunga Raflesia Arnoldi, maskot Bengkulu.
Bahkan di Kalimantan dan Papua pun ada juga.
Semoga minat kita akan batik terus berkembang, tidak memudar seiring waktu. Begitu pula dengan berbagai tekstil asli Indonesia lainnya, bisa berkembang dan semakin dicintai.
0 comments:
Poskan Komentar