Mudik lebaran tahun ini melangkah ke kampung halaman yang baru,(karena pernikahan) , kota tua Menggala di tepi sungai Tulang Bawang yang luas. Menurut cerita sungai ini dahulu adalah jalur transportasi kapal-kapal besar untuk membawa hasil bumi ke luar daerah.
Letak rumah keluarga besar persis di tepi sungai ini, dari ketinggian jalan melihat jauh ke bawah terlihat sungai yang dalam dan panjang.
Dari sungai ini banyak diperoleh ikan sungai yang lezat, tak heran ikan menjadi makanan favorit warga, di sini dikenal istilah nyeruit artinya makan nasi plus ikan dan sambal, kadang-kadang disertai dengan sambal tempoyak. Sayuran cukup lalapan misalnya daun jambu mete muda, dan umbut rotan.
Salah satu ikan yang khas dari sini namanya ikan kemudi, ikan kecil, kalau digoreng garing nikmat sekali.
Sayang, karena terbatasnya waktu, belum ada kesempatan untuk mengeksplor kota ini lebih jauh, sementara waktu cukuplah dengan browsing dahulu.
Padahal banyak yang ingin dilihat, bekas pelabuhan lama atau boom, gedung2 tua dan rumah adat menggala.
Kelak jika ada kesempatan mungkin bisa dijelajahi lagi.
Semoga.
0 comments:
Poskan Komentar